Sunday, June 28, 2015

konfigurasi Debian Versi Ujian

Konfigurasi Ip Address

Terlebih dahulu, pastikan Ethernet sudah terpasang di komputer. Di linux, Interface Ethernet pertama disebut “Eth0”.
a. Quick Way (Cara Cepat)
debian:~# ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 up
Kelemahanya, jika komputer di restart, maka konfigurasi di atas akan hilang (A.K.A “Sementara”).
b. Safety Way
 File konfigurasinya terletak di direktori “/etc/network/interface”. Kemudian edit dengan
nano, vi, atau vim.
debian:~# vim /etc/network/interfaces
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
#allow-hotplug eth0
iface eth0 inet static
                address 192.168.101.1
                netmask 255.255.255.0

# The primary network interface
#allow-hotplug eth1
iface eth1 inet static
                address 192.168.102.1
                netmask 255.255.255.0


Dan tambahkan Ip Address seperti gambar di atas. Untuk INSERT, tekan tombol “i”. Kemudian
simpan, dengan menekan “Esc”, lalu tekan “:” dan tuliskan “wq” (WriteQuit) atau untuk keluar
saja tekan “q!” (Quit(NoSave)).
 Lihat hasil konfigurasi.
debian:~# ifconfig
 Restart Network
debian:~# /etc/init.d/networking restart

Menambahkan DNS
Untuk bisa konek ke Internet, maka kita perlu menambahkan DNS yg kita dapat dari ISP.
debian:~# vim /etc/resolv.conf
Dan tambahkan seperti berikut (sesuaikan dengan jaringan Anda).
search melati.smk
nameserver 192.168.102.1

DHCP Server
a. Install Paket (dhcp3-server).
debian:~# apt-get install dhcp3-server
d. Edit file konfigurasi (dhcpd.conf)
debian:~# vim /etc/dhcp3/dhcpd.conf

# A slightly different configuration for an internal subnet
subnet 192.168.102.0 netmask 255.255.255.0 {
                range 192.168.102.5 192.168.102.200
                option domain-name-server 192.168.102.1;
option domain-name “kelompok1.net”;
option routers 192.168.1.254;
option broadcast-address 192.168.1.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

c. Restart dhcp server.
debian:~# /etc/init.d/dhcp3-server restart

MEMBANGUN GATEWAY INTERNET DEBIAN SERVER 
“Konfigurasi ETH0 dan ETH1
ETH0 dari internet
ETH1 ke client”
Konfigurasi Server
IP Internet : 192.168.101.1 (ETH0)
Gateway : 192.168.102.1 (ETH1)

Cek LAN Card yang terpasang #ifconfig –a
Konfigurasi IP ETH0
debian:~# vim /etc/network/interfacesTambahkan baris
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.101.1
netmask 255.255.255.0
gateway 10.10.10.1
Simpan dan keluar (:wq)
Restart networking
debian:~# /etc/init.d/networking restart
Cek konfigurasi IP #ping 192.168.101.1
Setting name server
debian:~# vim /etc/resolv.confTambahkan baris
nameserver 10.10.10.1
nameserver 8.8.8.8
Simpan dan keluar (:wq)
Restart networking
debian:~# /etc/init.d/networking restart
Restart server #init 6
Setting konfigurasi IP ETH1
debian:~# vim /etc/network/interfaces
Tambahkan baris di bawah konfigurasi eth0 
“jangan menghapus baris yang sudah ada,tambahkan saja dibawahnya.biasanya kalau dihapus pada saat restart common statdnya Failed/lama”
auto eth1 
iface eth1 inet static
address 192.168.102.1
netmask 255.255.255.0
Simpan dan keluar (:wq)
Restart networking
debian:~# /etc/init.d/networking restart
Cek konfigurasi jaringan #ping 192.168.102.1
Mengkonfigurasi sysctl
debian:~# vim /etc/sysctl.conf
Hilangkan tanda (#) pada #net.ipv4.ip_forward=1
Simpan dan keluar (:wq)
Reboot server #init 6
Cek konfigurasi
debian:~# cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
debian:~# sysctl -p
Hasilnya akan 1 jika konfigurasi berhasil
“kalau hasilnya masih 0 coba direstart servernya”
Kemudian edit bagian router dengan perintah
# vim /etc/rc.local
Tambahkan baris 
“jangan menghapus baris yang sudah ada,tambahkan saja dibawahnya” 
iptables -t nat -A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE
Iptables –A FORWARD –i eth1 –o eth0 –j ACCEPT
Simpan dan keluar (:wq)
Reboot server #init 6

Permasalahan yang pernah terjadi :
Untuk server yang menyediakan paket dhcp, name server telah diatur oleh dhcp sehingga pengaturan dalam resolv.conf akan diabaikan. Jika belum menginstal dns server umumnya koneksi internet tidak akan terbagi. Untuk mengatasinya ubah pengaturan pada dhcpd.conf
option domain-name-server 8.8.8.8;

PROXY Server
a. Install paket (squid).
debian:~# apt-get install squid
debian:~# /etc/init.d/squid stop
b. Edit file konfigurasi (squid.conf)
debian:~# nano /etc/squid/squid.conf
Cari dan hilangkan tanda ”#” pada bagian berikut. Pada nano, sudah ada fasilitas ”find” dengan
menekan CTRL + W dan isikan yg akan dicari.
http_port 3128 transparent
cache_mem 16 mb (setengah dari RAM)
cache_dir ufs /var/spool/squid 1000 16 256
cache_mgr sekolah@melati.smk
visible_hostname proxy.melati.smk
Kemudian cari tulisan “acl CONNECT”, dan tambahkan;
acl url dstdomain "/etc/squid/url"
acl key url_regex -i "/etc/squid/key"
http_access deny url
http_access deny key
acl lan src 192.168.102.0/24
http_access allow lan
http_access allow all
Cari kata http_access deny all (ada 2), kemudian semuanya di tambah tanda “#” di depannya
untuk menDisable.
c. Buat file untuk blokir situs.
 Situs (Alamat URL).
debian:~# vim /etc/squid/url
Misalkan yang akan diblokir adalah facebook maka ketikkan www.facebook.com setelah selesai
membuat daftar situs-situs yang di blokir simpanlah file tersebut.
 Search Method (Daftar Kunci).
Buat file untuk blokir situs.
debian:~# vim /etc/squid/key
Misalkan kata yang di blokir adalah sex maka ketikkan sex pada daftar dan simpan file.
d. Buat SWAP
debian:~# squid –z
e. Redirect port 80 ke port 3128
debian:~# iptables -t nat -A PREROUTING -s -o 192.168.102.0/24 -p tcp --dport 80 -j
REDIRECT --to-ports 3128
debian:~# iptables-save
f. Restart for finishing
debian:~# /etc/init.d/networking restart
debian:~# /etc/init.d/squid restart

DNS Server
DNS (Domain Name System) untuk nama domain jaringan.
a. Install “bind9”.
debian:~# apt-get install bind9
b. Daftarkan domain kita pada file “named.conf”.
debian:~# vim /etc/bind/named.conf
di bagian bawah sebelum tulisan include ”/etc.... tambahkan
zone “melati.smk” {
                type master ;
                file “/var/cache/bind/db.melati”;
};
zone “102.168.192.in-addr.arpa” {
                type master ;
                file “/var/cache/bind/db.192”;
};
Note: .* file forward dan reverse(db.melati & db.192) nanti akan kita letakan di direktori “/var/cache/bind/”
.* 192.in-addr.arpa << “192” adalah subnet pertama dari Ip Address.
.* zone “debian.edu” << “debian.edu” adalah nama DNS kita.4
c. Edit file FORWARD (Menerjemahkan Nama Domain ke Ip Address). Untuk mempermudah,copy
saja file default yg sudah ada.
debian:~# cp /etc/bind/db.local /var/cache/bind/db.debian
debian:~# nano /var/cache/bind/db.debian
$TTL       604800
@            IN           SOA       melati.smk. root.melati.smk. (
2              ; Serial
604800 ; Refresh
86400    ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@            IN           NS          melati.smk.


d. Edit file REVERSE (Menerjemahkan Ip Address ke Nama Domain). Untuk mempermudah, copy
saja file default yg sudah ada.
debian:~# cp /etc/bind/db.127 /var/cache/bind/db.192
debian:~# vim /var/cache/bind/db.192
$TTL       604800
@            IN           SOA       melati.smk. root.melati.smk. (
1              ; Serial
604800 ; Refresh
86400    ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@            IN           NS          melati.smk.
1              IN           PTR        melati.smk.
                                                www.melati.smk.
Note: .* 1<< adalah subnet belakang Ip Address.
e. Restart bind9.
debian:~# /etc/init.d/bind9 restart
f. Test DNS Server.
debian:~# nslookup 192.168.1.1 (reverse)
debian:~# nslookup debian.edu (forward)

WEB Server
Untuk membuat Web Server yg handal, maka server kita juga harus mendukung syarat2 untuk membuat
website. Misal harus ada Apache(web server), PHP(pemrograman web), MYSQL(database).
a. Install paket software
debian:~# apt-get install apache2 php5 phpmyadmin mysql-server
Kemudian muncul PopUp window, dan isikan passwd untuk user “root”. Dan pilih “apache2” sbg
web server.
b. Edit virtual host
debian:~# cd /etc/apache2/sites-available/
debian:/etc/apache2/sites-available# cp default debian
debian:/etc/apache2/sites-available# vim debian
<VirtualHost *:80>
ServerAdmin sekolah@melati.smk
ServerName www.melati.smk         #domain utama
ServerAlias melati.smk                      #domain utama tanpa “www”
DocumentRoot /var/www/web/      #direktori website
<Directory />
Options FollowSymLinks
AllowOverride None
Note: .* ServerName << Domain untuk website kita
.* DocumentRoot << Direktori untuk web kita
c. Aktifkan virtual host
debian:/etc/apache2/sites-available# a2ensite debian
debian:/etc/apache2/sites-available# a2dissite default

cara Root Hp Android Mu

Anda juga cukup memasang Framaroot layaknya sedang memasang aplikasi lainnya via .apk. Setelah terpasang, Anda sudah dapat melakukan root di perangkat Android anda.
  1. Buka aplikasi Framaroot  
  2. Pilih antara Superuser/SuperSU   
  3. Klik Boromir   




Setelah melakukan 3 langkah mudah tersebut, Anda hanya harus menunggu sampai muncul tulisan "Superuser and su binary installed. You have to reboot your device". Artinya, perangkat Anda sudah di-root dan Anda harus me-restart perangkat.


Framaroot juga dapat melakukan proses unroot. Caranya juga sama seperti saat ingin melakukan root. Bedanya, Anda bukan memilih antara Superuser/SuperSU, melainkan pilihan unroot

Tuesday, February 3, 2015

Install Webserver di Debian 6


Sedikit review tentang pengertian dari Webserver

Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.

Kita lanjut ke penginstallan

1) apt-get install apache2 

Setelah terinstall coba cek di browser anda 

dengan mengetikan http://
sekolah.sch.id.com atau http://localhost
jika benar maka akan anda melihat tulisan "It's Work" di browser anda

2) 
apt-get install php5 
3) nano /var/www/tes.php
<?php
phpinfo;
?>
* Filenya memang kosong jadi isi saja
save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER 

4) 
/etc/init.d/apache2 restart 

Setelah di restart coba anda cek dibrowser anda 

dengan mengetikan http://sekolah.sch.id.com/tes.php atauhttp://localhost/tes.php 
jika berhasil maka anda akan melihat tampilan settingan PHP anda
tapi tampil untuk meng-unduh file tes.php tersebut,
coba anda restart pc anda kemudian di tes lagi

5) 
apt-get install php5-mysql 
6) apt-get install mysql-server 

setelah berhasil terinstall maka anda akan melihat form untuk memasukan 

password ROOT anda. Isikan password yang mudah anda ingat lalu ENTER

7) 
apt-get install phpmyadmin 

setelah berhasl terinstall maka anda akan melihat form untuk memilih 

konfigurasi phpmyadmin. Disini saya memilih apache2 lalu ENTER

8) 
nano /etc/phpmyadmin/apache.conf 

copykan seluruh isi file tersebut ke file 

/etc/apache2/apache2.conf
 dibaris paling akhir

* Jangan ubah/hapus baris yang lain. 

save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER 

9) 
/etc/init.d/apache2 restart 

setelah di apache2 te-restart kita tes di browser dengan mengetikan 

http://localhosts/phpmyadmin
 lalu akan muncul form untukmemasukan username dan password root anda.
username : root 
password : ( password mysql root anda ) 
lalu enter maka anda akan masuk ke tampilan phpmyadmin

Salam IT SMKN 2 Blitar :)

Install DNS di Debian 6


Sedikit review untuk pengertian dari DNS .

DNS adalah singkatan dari Domain Name System, DNS itu adalah nama sebuah sistem database yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer, layanan atau sumber daya yang terhubung ke jaringan internet atau jaringan komputer pribadi.

Fungsi DNS
 adalah menerjemahkan nama domain (contoh: www.google.com) menjadi IP address (74.125.93.105), kita tentu lebih mudah mengingat nama domain suatu situs dibandingkan IP address-nya bukan ? nah itulah kegunaan DNS. Jadi ketika anda mengetikkan nama domain suatu situs di browser anda lalu menekan enter, browser anda akan mengecek apakah nama domain tersebut ada di cache DNS browser anda (pernah anda buka situsnya sebelumnya), jika tidak browser anda tersebut akan menghubungi name server (server tempat DNS berada) yang digunakan oleh koneksi internet anda untuk kemudian menerjemahkan nama domain situs tersebut menjadi IP address, kalau ketemu maka anda akan dibawa ke lokasi server tempat halaman situs tersebut berada.


Kita lanjut ke penginstallan DNS di Debian 6

1) apt-get install bind9
2) cd /etc/bind
3) nano named.conf.local 

zone "sekolah.sch.id" {
type master;
file "/etc/bind/db.sekolah";
};

zone "192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.192";
};

ketik semua peritah diatas
kemudian save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER


4) cp db.local db.sekolah
5) cp db.127 db.192
6) nano db.sekolah

;
; BIND data file for local loopback interfaces
;
$TTL 604800
@ IN SOA server.
sekolah.sch.id. server.sekolah.sch.id. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS server.
sekolah.sch.id.
@ IN A 192.168.12.2

server IN A 192.168.55.2

* Jangan ubah/hapus baris yang lain.
save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER 
 
9) nano db.192
@ IN SOA server.sekolah.sch.id.comserver.sekolah.sch.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS server.sekolah.sch.id
2 IN PTR server.
sekolah.sch.id

* Jangan ubah/hapus baris yang lain.
save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER

10) nano /etc/resolv.conf

nameserver 192.168.55.2
nameserver 8.8.8.8 

save dengan 
CTRL+X lalu Y kemudian ENTER

11) /etc/init.d/bind9 restart

* Kalau failed atau error coba cek setting dari awal kemungkinan ada kesalahan
jika success berarti anda berhasil mengkonfigurasi DNS nya.

Cara mengeceknya dengan menggunakan perintah nslookup di CMD client dan sebelumnyaDNS Primary client harus 192.168.55.2

Salam IT SMKN 2 Blitar :)

Konfigurasi IP Address Debian 6


Setelah menginstall Debian, sekarang kita lanjut mengkonfigurasi IP Address pada Debian 6.0.5

Pada dasarnya untuk mengkonfigurasi IP Address pada Debia itu ada 2, yaitu :
1. /etc/network/interfaces
2. /etc/network/options

File /etc/network/interfaces itu memuat konfigurasi IP yang akan digunakan oleh Network Interface yang terpasang pada suatu komputer. Selain alamat IP, file ini juga menyimpan informasi tentang routing.
Di bawah ini adalah salah satu contoh isi file /etc/network/intefaces :

Kita edit isi file dengan mengetikan :
Debian:~# nano /etc/network/interfaces
auto lo
iface lo inet loopback


auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.191.191.2
network 192.191.191.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.191.191.255
gateway 192.191.191.1
Keluar & simpan dengan menekan ctrl+x kemudian y lalu Enter 

Kata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akan
dinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IP karena
lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1. Alamat IP ini
digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.
Konfigurasi untuk eth0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IP
statis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah:
  1. address: menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.
  2. network: menentukan Network Address komputer.
  3. netmask: menentukan subnet mask network komputer.
  4. broadcast: menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untuk memperkenalkan diri pada jaringan.
  5. gateway: menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer tersebut mengirimkan paket data ke luar jaringan anggotanya.

Setelah selesai melakukan perubahan pada file ini anda dapat mengaktifkan setting ini dengan menjalankan perintah:
Debian:~# /etc/init.d/networking restart

Untuk memeriksa apakah setting ini sudah benar, perintah di bawah ini dapat digunakan.
Debian:~# ifconfig 

File /etc/network/options memuat beberapa pilihan yang dapat dijalankan bersamaan dengan aktifasi alamat IP pada bagian di atas.Secara default, file ini mengandung 3 baris.
Isi file ini kurang lebih seperti di bawah ini.
ip_forward=no
spoofprotect=yes
syncookies=no
ip_forward menunjukkan bahwa komputer ini tidak digunakan untuk memforward paket data yang diterimanya ke komputer lain. ip_forward harus diset yes bila memang komputer ini dibangun untuk bertindak sebagai router atau bridge.

spoofprotect menunjukkan bahwa perlindungan ipspoof aktif. Ada baiknya pilihan ini selalu yes untuk menghindari terjadinya spoofing alamat IP kita oleh orang lain.

syncookies menyatakan bahwa syncookies tidak diaktifkan. Pilihan ini bertujuan untuk membatasi jumlah usaha membuat koneksi baru dari komputer lain ke komputer kita. Bila komputer kita menerima semua request secara serentak dengan jumlah banyak, besar kemungkinan bahwa komputer kita akan hang dalam waktu singkat.

Sampai segini saja konfigurasi IP Address Debian .
Jika ada yag ditanyaka Comment atau hubungi saya :)

Salam IT SMKN 2 Blitar :)

Install DHCP di Debian 6

Sedikit pengertian tentang DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) digunakan untuk melayani request Ip Address dari client. Gunanya adalah, kita tidak perlu lagi repot-repot mengkonfigurasi Ip pada computer, sebut saja Zero Configuration. Client akan meminta Ip Address pada server, kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersisa.


Lanjut install DHCP di Router Debian 6
apt-get install dhcp3-server

Setiap kali installasi dhcp server, akan muncul pesan failed. Hal ini dikarenakan, Ip Address kita tidak cocok dengan Ip Address pada file konfigurasi Default dhcp3-server. Biarkan saja, nanti akan normal sendiri.




Sekarang konfigurasi DHCP agar bisa digunakan oleh Client
nano/etc/dhcp/dhcpd.conf

Beri tanda “#” pada semua baris. Kecuali baris script di bawah ini. Sesuaikan alokasi ip dengan topologi jaringan.
#. . .
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.12.0 netmask 255.255.255.192 {
range 192.168.12.10 192.168.12.20;
option domain-name-servers smkpelitasalatiga.com;
option domain-name "smkpelitasalatiga.com";
option routers 192.168.12.1;
option broadcast-address 192.168.12.31;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
#. . . 
save dan exit dengan ctrl+x lalu y dan Enter

Jika terdapat 2 atau lebih interface nya ( LAN Card ) kita setting DHCP nya sesuai dengan Interface yang digunakan. Disini saya menggunakan eth1 sebagai DHCP nya .
nano /etc/default/isc-dhcp-server
# On what interfaces should the DHCP server (dhcpd) serve DHCP requests?
# Separate multiple interfaces with spaces, e.g. "eth0 eth1".
INTERFACES="eth1"
Jika sudah kita exit dan save ctrl+x lalu y dan Enter

Setelah semua selesai kita restart DHCP nya dengan cara
# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Kemudian test di client untuk mengkosongkan konfigurasi IP Addressnya agar diberi oleh Router Debiannya
Selesai sampai sini jika ada yang ditanyakan silahkan Comment atau hubungi saya.

Salam IT SMKN 2 Blitar :)

Install FTP di Debian 6

Pengertian Singkat FTP 

FTP adalah File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP.
Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.

FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.


FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.


Lanjut ke konfigurasi FTP di Debian 6.0.5


1) apt-get install proftpd 

akan muncul form pilihan dan pilih sbg berikut :

Run proftpd : standalone 

2) nano /etc/proftpd/proftpd.conf 

cari dan ubah tulisan ini

#Set off to disable IPv6 support which is annoying on IPv4 only boxes.
UseIPv6 off 

#If set on you can experience a longer connection delay in many cases.
IdentLookups off
ServerName "www.sekolah.sch.id.com" 

* Jangan ubah/hapus baris yang lain.
save dengan CTRL+X lalu Y kemudian ENTER 

3) /etc/init.d/proftpd restart 

seteah direstart coba buka browser anda dan ketikan ftp://www.sekolah.sch.id.com anda akan melihat form untuk memasukan username dan password masukan username dan password sesuai dengan webmail yang anda buat

Salam IT SMKN 2 Blitar :)
Copyright © 2014 Jimmy Faaz